Pengakuan Tulus tentang Ayat-Ayat Cinta (prolog)

Kutulis pengakuan ini dengan cahaya cinta…….

Hadiah special untuk teman q yang sedang terjun bebas di negeri Sakura 🙂

Dan semoga tulisan ini berguna….bagi yang membacanya… 😉

ayatcinta.jpg

“Ambillah novel Ayat-Ayat Cinta & masukilah keindahannya, niscaya akan engkau dapati luasnya pengetahuan & goresan pena yang penuh gizi. Kadang ia mengundang air mata, tetapi ujungnya tetap ilmu yang berguna. Kadang ia membuat hati kita tergoda, tetapi nafasnya tetaplah ajakan untuk kembali pd agama yg mulia. Ajakan yg lembut & penuh makna. Kalaulah tidak ditulis dgn kehausan ilmu yg kuat, tentulah ia akan menjadi tempelan2 ayat yg bikin penat.”

Sebagai orang awam yang menggandrungi, dalam pengertian sebatas hobby membaca karya2 sastra..terutama novel, sudah lama saya mengagumi karya2 Kang Abik (hehehe…saya ikut memanggil Kang Abik, coz memang itulah panggilan akrab Habiburrahman El Shirazy. Penulis dwilogi pembangun jiwa)

Saya mengagumi karya2 Kang Abik, terutama semenjak saya membaca novelnya Ayat2 cinta. Novel yang sangat bagus & lengkap kandungannya. Ini bukan hanya novel sastra & novel cinta, tapi juga novel politik, novel budaya, novel fikih, novel etika, novel bahasa, & novel dakwah. Pokoknya sangat bagus untuk di konsumsi siapa saja. 🙂

Ayat2 cinta mengangkat kehidupan mahasiswa Indonesia bersama Fahri yg sedang belajar di luar negeri; Al Azhar University, Cairo, Mesir. Saya suka lika-liku kehidupan Fahri saat belajar di Cairo karena ia adalah seorang mahasiswa Indonesia yg miskin bukan sembarang miskin 🙂 Ia memang miskin..tapi berkarakter, miskin tapi bersahaja, miskin tapi berprinsip, miskin tapi haus ilmu, miskin tapi baik hati, miskin tapi kuat imannya, miskin tapi memiliki semangat hidup yg menyala-nyala untuk terus maju & berprestasi, begitu seterusnya… 🙂 Dan akhirnya, karena modal kemiskinannya itulah yg membuat ia berhasil meraih kesuksesan hidup: prestasi akademik yg membanggakan, istri cantik yg taat beragama & takzim pada suami & ia pun dicintai semua org yg mengenalnya.

Kehidupan Fahri itu dgn sendirinya telah sukses, bahkan sangat sukses, memacu saya kembali semangat untuk terus..terus…terus…survive menuju puncak kesuksesan dunia-akhirat 🙂

Siapapun Anda, yg pernah belajar ke luar negeri, di negeri manapun sementara keberangkatan Anda hanya bermodal semangat, tekad yg kuat & bermodal prestasi yg Anda torehkan, sehingga Anda berhasil memperoleh beasiswa, padahal secara finansial…Anda & keluarga Anda itu miskin seperti kebanyakan rakyat Indonesia…maka saat itu, saya yakin, Anda akan merasakan apa yang dirasakan si Fahri dalm Ayat2 cinta. Anda pun pasti akan melakukan apa yg dilakukan si Fahri.

Bagaimana tidak? Sebab, saat itu sesungguhnya Anda telah tahu & yakin dgn jalan yg Anda pilih. Saat itu Anda, moga2, sudah sadar dgn pilihan Anda, coz memang hidup adalah sebuah pilihan!

Tak cukup sampai disitu saja! Lebih2 jika keberangkatan Anda belajar ke luar negeri itu karena “terjun bebas”. Maksud “terjun bebas” disini adalah ketika Anda belajarke luar negeri karena nekat dengan semangat & tekad yg bersungguh2 utk kemajuan masa depan (dunia-akhirat) …sehingga meskipun Anda & keluarga Anda miskin, terpaksa Anda harus “mengkaya-rayakan diri”, atau “memampu-mampukan diri” atau “mematut-matutkan diri”.

Bagi Anda yg belajar ke luar negeri dgn jalan “terjun bebas” sperti itu… maka Anda akan semakin haru biru dgn karya Kang Abik ini. Saya sendiri ketika membaca, lagi2 “terpaksa” (tepatnyasih “dipaksa” hehehe…) meneteskan air mata berkali-kali. Air mata bombay :((

Suka-duka belajar & bertahan hidup (survive) di negeri org yg jauh dr keluarga & sanak saudara…benar2 kuat dirasakan. Ada rasa rindu yg mendera kala kangen keluarga. Ada rasa takut & kuatir kala masalah hidup datang silih berganti. Ada rasa ikatan tali persaudaraan yg sangat kuat dgn sesama teman senegara kala hidup di perantauan. Begitu seterusnya….begitu selanjutnya…Semua dgn sangat sempurna dinarasikan oleh Kang Abik dlm novelnya itu.

Itulah hal yg pertama kali membuat saya mengagumi & terus terang “jatuh cinta” dgn karya2 Kang Abik. Layaknya org yg jatuh cinta, setelah itu saya memburu karya2 Kang Abik selain Ayat2 cinta 😡 sama persis ketika saya pertama kali jatuh cinta pada J.K Rowling usai membaca Harry Potter. Namun….yg telah membaca Ayat2 cinta & Harry Potter juga, lebih memilih Ayat2 cinta. Alasannya, ada nilai lebih yg di dapat stlh membaca buku ini.

Wah…Ayat2 cinta benar2 telah memikat hati saya :-* bagi teman q yg sekarang berada di negeri sakura ….semoga tertarik utk mau membaca Ayat2 cinta deh…… 😉

Iklan

2 thoughts on “Pengakuan Tulus tentang Ayat-Ayat Cinta (prolog)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s