Kepada Engkau Yang Sedang Gelisah

– Artikel pembangun jiwa ini, saya dapatkan dari seorang teman yang sudah saya anggap kakak saya sndri. Dia memberikan artikel ini pada saat hati saya penuh dengan kebimbangan, kegelisahan dan keraguan.  –  Dan kepada yang  sedang mengalami hal sama, moga sedikit membantu. 🙂 

Wahai hati yang sedang gelisah, apakah yang sedang kau gelisahkan?   Bila engkau belum tahu pasti apa yang menggelisahkan mu, bagaimana mungkin engkau bisa merasa gelisah?   Sebetulnya, apakah yang sedang kau gelisahkan?   …   Ketahuilah bahwa penderitaan yang paling menyiksa mu, adalah penderitaan yang tidak pernah datang, tetapi yang kau ijinkan tumbuh dalam kekhawatiran-kekhawatiran mu.   Bila kekurangan yang kau rasakan, mengalahkan nilai dari keberuntungan yang telah ada pada mu, maka kegelisahan itu adalah candu bagi pikiran mu.   Kegelisahan yang mencandui mu itu berawal dari serat-serat sarang laba-laba dalam angan-angan mu, yang kemudian kau ijinkan menguat, menajam, dan mengiris permukaan hati mu yang peka.   Kegelisahan mu akan memotong dan melubangi hati mu, yang kemudian mengalirkan kecerdasan dan ketahanan hati mu ke parit-parit penyia-nyiaan sari kehidupan.   Maka selamatkanlah kecerdasan mu. lindungilah kecemerlangan hati dan pikiran mu. dan menangkanlah sari-sari kehidupan dalam diri mu.   Karena sebetulnya, bila engkau mengerti kegelisahan adalah mabuknya orang yang sedang berada di depan penawaran-penawaran besar bagi kemungkinan-kemungkinan yang bisa ia capai sebagai pribadi yang mandiri.   Siapa kah di antara mu yang tidak akan tegang dan gelisah menantikan terbukanya tabir penutup hadiah besar bagi mu, untuk sikap, pikiran, dan tindakan mu yang mulia?   Bila yang kau nantikan adalah hadiah bagi pemuliaan diri mu, maka itu sama sekali bukanlah kegelisahan yang mengerdilkan, tetapi tarian kegembiraan hati mu.   Bila engkau belum memuliakan diri mu sendiri, maka kegelisahan mu adalah ronta dari keinginan hati mu untuk membayar penundaan dan pengabaian dari yang seharusnya sudah kau lakukan.   Engkau adalah jiwa yang dilahirkan mulia, maka semua kegelisahan mu adalah upaya hati mu untuk mengembalikan kemuliaan yang telah menjadi bakat kelahiran mu.   Maka bertindaklah.   Janganlah engkau membatasi kebaikan yang akan kau lakukan  hanya karena kemungkinan kegagalan, karena dengannya kau seperti berupaya membatalkan sifat Tuhan mu Yang Maha Melindungi, bagi kerugian mu sendiri.   Itu sebabnya kau diperintahkan untuk membaca semua tanda, baik tanda yang akan memuliakan mu, yang akan menggagalkan mu, dan tanda bagi mu untuk mencoba lagi dengan lebih berpikir.

Engkau hanya boleh membatasi yang akan kau lakukan  bila ia belum jujur, tidak adil, dan tidak memuliakan.   Janganlah jadikan kemungkinan kecewa mu sebagai penghambat kerja mu.   Ketahuilah bahwa kegelisahan dalam penundaan karena rasa takut akan kekecewaan – adalah perasaan yang lebih buruk daripada kekecewaan yang sebenarnya.   Kegelisahan mu lebih menyiksa daripada kekecewaan mu.   Alam menciptakan mu kuat, … kuat sekali, tetapi alam tidak menciptakan mu cukup kuat untuk secara sekaligus menggembalakan penyesalan-penyesalan masa lalu mu, menyelesaikan tugas-tugas mu hari ini, dan membesarkan kekhawatiran-kekhawatiran mu di masa depan.   Itu sebabnya alam memberi mu kecerdasan untuk mendahulukan yang seharusnya kau dahulukan, dan meninggalkan yang seharusnya kau tinggalkan.   Hanya dengannya engkau akan disebut bijak, karena kebijakan adalah kecerdasan dalam mengutamakan yang baik.   Engkau berhak untuk bergembira. Engkau berwenang untuk merajut kegembiraan mu menjadi permadani kebahagiaan mu.   Janganlah kau gunakan kegelisahan yang maya itu untuk menggantikan hak nyata mu untuk berbahagia.   Janganlah engkau membatalkan yang mungkin bagi mu  dengan kegemaran mu mendahulukan kekhawatiran tentang yang hanya akan terjadi bila kau menghindari kebijakan.   Janganlah engkau bertahan berbaring di dalam bayangan dan mengeluhkan kurangnya cahaya di atas kepala mu.   Bangunlah, dan melangkahlah ke luar dan temuilah cahaya dari pengertian-pengertian baik yang telah mencerahkan saudara-saudara mu bahkan jauh sebelum kelahiran mu.

Majulah dan perbaikilah sudut pandang mu, agar lebih mungkin bagi mu untuk melihat masa depan yang lebih cerah.   Berdamailah dengan keadaan mu, karena apa pun keadaan mu sekarang adalah keadaan dari mana engkau akan mencapai semua kecemerlangan mu.   Engkau akan membatalkan perjalanan mu mendaki tempat-tempat yang naik, bila engkau menolak menggunakan tanah yang rendah sebagai pijakan awal mu.   Pencerahan adalah penerimaan yang ikhlas tentang yang benar.   Bila engkau tidak menemukan jalan keluar dalam kegelisahan mu, maka berpalinglah engkau kepada pengertian yang benar; karena pencerahan mu adalah penerimaan mu yang ikhlas tentang yang benar.   Dan bila engkau telah ikhlas dengan yang benar, engkau akan mampu mendengar keheningan dalam kebisingan, dan engkau akan melihat sinar dalam kegelapan.   …   Bila cinta mu kepada kemuliaan membuat mu bimbang dan bertanya apakah engkau akan ditemukan, dan apakah engkau akan dicari,   dengarkanlah ini.

Engkau yang meninggikan akan ditinggikan, engkau yang membesarkan akan dibesarkan.   Maka bila engkau menemukan bagi saudara mu yang belum menemukan, engkau akan ditemukan;   bila engkau mencarikan bagi saudara mu yang sulit mencari, engkau akan dicari.   Bila Tuhan mu adalah keyakinan mu, maka Tuhan mu adalah dasar dari semua keyakinan mu.   Ini aku katakan kepada mu agar engkau mengingat bahwa keraguan mu tidak boleh mendekati pelemahan keyakinan mu kepada Beliau.   Demikian besar kah kesusahan mu sehingga engkau mengecilkan nilai Tuhan mu bagi mu?   Beliau, Tuhan mu Yang Maha Pengasih, menunggu mu agar engkau datang bermanja-manja kepada-Nya meminta maaf karena keraguan mu, mengembalikan kesadaran mu kedalam kasih sayang Beliau.   Beliau ingin mendengar mu berjanji lagi dengan meminjam kesungguhan dari janji mu yang terakhir, bahwa engkau tidak akan lupa lagi, bahwa apa pun yang terjadi adalah untuk kebaikan mu.   Mintalah pengertian Beliau agar Beliau bersabar dan tetap mencintai mu dengan naik dan turun hati mu, karena engkau sedang belajar untuk selalu memperbarui iman mu.   Katakanlah bahwa engkau telah mengerti bahwa semua upaya dan hasil mu tidak penting bila dalam pencapaiannya engkau menjauh dari-Nya.   Berjanjilah kepada Tuhan mu, bahwa dalam keraguan mu yang akan datang, engkau akan menjaga diri mu bermanja-manja dekat dengan-Nya; karena engkau tahu bahwa bila Beliau berkenan tidak ada yang tidak akan Beliau berikan kepada mu, meskipun apa pun,  karena engkau adalah kekasih Tuhan.   Bila Beliau berkenan.   Seberapa jauh pun perjalanan mu, engkau akan sampai bila engkau dekat dengan-Nya.   Seberapa sulit pun pencarian mu, engkau akan menemukan bila engkau mencari.   Seberapa jauh pun engkau hilang, engkau akan dicari dan ditemukan bila engkau mencarikan jalan bagi saudara mu yang kehilangan jalan.   Maka bila kegelisahan datang lagi kepada mu, sambutlah ia dengan penghormatan bagai kepada tamu yang membutuhkan pengertian baik.   Sesungguhnya, kegelisahan mu hanyalah kekuatan mu yang sedang kebingungan.   Maka, damaikanlah diri mu.   Pulihkanlah jiwa mu kepada keindahan asli mu.   Keindahan jiwa mu adalah sumber dari semua kekuatan mu.  …  

Iklan

One thought on “Kepada Engkau Yang Sedang Gelisah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s