Ayat-ayat Cinta

ayat2cinta.jpg

Title: Ayat-ayat Cinta

Cast: Fedi Nuril, Rianti Cartwright, Carrisa Putri, Zaskia Adya Mecca, Melanie Putria

Director : Hanung Bramantyo

Producer: Dhamoo dan Manoj Punjabi

Screenplay: Ginatri S. Noer dan Salman Aristo

Editor: Sastha Sunu

Music Director: Tya Subiyakto

Sound Director: Budiono

Label : MD Pictures

Kisah Cinta Islami berlatar Timur Tengah

Ini adalah kisah cinta. Tapi bukan cuma sekedar kisah cinta yang biasa. Ini tentang bagaimana menghadapi turun-naiknya persoalan hidup dengan cara Islam.

The Story :

Fahri bin Abdillah adalah pelajar Indonesia yang berusaha menggapai gelar masternya di Al Ahzar. Ia juga mencukupi kebutuhan hidup dengan menjadi penerjemah buku-buku agama. Fahri (Fedi Nuril) adalah laki-laki taat agama yang begitu ‘lurus’ dan tidak mengenal pacaran sebelum menikah. Ia agak kaku terhadap perempuan, meski dirinya cukup banyak disukai perempuan. Ia tinggal bertetangga dengan Maria Girgis (Carissa Putri) yang beragama Kristen Koptik tapi mengagumi Al Quran juga Fahri. Kekaguman tersebut berubah jadi cinta. Sayang cinta Maria hanya tercurah dalam diary saja. Lalu ada Nurul (Melanie Putria) anak seorang kyai terkenal yang juga mengeruk ilmu di Al Azhar dan disukai Fahri yang minder karena statusnya.

Kebaikan hati fahri membawanya ke penjara. Fahri hendak menolong Noura (Zaskia Adya Mecca) yang selalu disiksa Ayahnya sendiri. Noura yang mencintai Fahri malah menuduh Fahri memperkosanya. Terakhir muncullah Aisha (Rianti Cartwright), perempuan bermata indah yang dijodohkan dengannya. Fahri dan Aisha akhirnya saling jatuh cinta, namun Fahri dihadapkan pada pilihan lainnya, Maria yang sudah menyintainya sejak lama.

The Notes :

Sebuah film yang digarap oleh sutradara handal Hanung Bramantyo dengan menggambarkan latar (setting) sosial budaya Timur-Tengah dengan sangat hidup. Bahasanya yang mengalir, karakterisasi tokoh-tokohnya yang begitu kuat membuat kisah di film ini benar-benar menyentuh hati para penontonnya. Film ini mengungkapkan seluk-beluk negeri Mesir, hingga ke detail-detail yang paling kecil. Hidup, berbaur, dan berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari lalu menyerap spirit dan pengetahuan dari para tokoh-tokohnya. Disajikan dengan bahasa yang lancar, dengan tokoh-tokoh yang ‘hidup’ dan berkebalatan dalam berbagai karakter. Menonton film ini seperti membuka cermin cakrawala yang terbuka.

Adegan demi adegan yang tidak klise dan tak terduga. Sangat meyakinkan dan mengajak kita menyelusuri lekuk Mesir yang eksotis itu tanpa lelah. Nggak sampai disitu, Ayat-ayat Cinta mengajak kita untuk lebih jernih, lebih cerdas dalam memahami cakrawala keislaman, kehidupan dan juga cinta. Menonton film ini membuat angan kita melayang-layang ke negeri seribu menara dan merasakan ‘pelangi akhlak yang menghiasai pesona-pesonanya. Sungguh sebuah film yang layak untuk dilihat dan disosialisasikan pada penikmat film yang sudah tidak mengindahkan akhlak sebagai menu utamanya, agar dunia perfilman kita terhiasai ‘karya-karya’ yang membangun. Selain itu di film ini nutrisi cinta seakan mengalir memenuhi jiwa. Dan pikiran kiat terpenuhi oleh berbagai pengetahuan dan wawasan. Inilah ‘karya fiksi’ yang tidak mengelabui, bagus sekali. Sangat romantis dan humanis, very inspiring!

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s