Memulai Bisnis Souvenir Pernikahan Online

Bisnis souvenir pernikahan sebelumnya sama sekali tidak pernah terbayangkan bakal saya jalani. Sebab mindset awal saya pada dasarnya adalah sebagai karyawan. Karyawan sebuah perusahaan IT di Surabaya. Namun, saat berkomitmen ingin menikah dengan suami (saat itu masih calon suami), akhirnya kami berdua menjatuhkan pilihan pada bisnis souvenir pernikahan online.

Yesss! Kami memilih bisnis souvenir pernikahan unik sebab saya melihat peluang bisnis ini sangat terbuka lebar. Pangsa pasar yang cukup jelas, sebab setiap orang pasti akan menempuh jenjang pernikahan dalam hidupnya. Hehehe…

Lalu mengapa saya memilih membuka toko souvenir online, bukan toko offline. Pertimbangan utama jelas karena dengan online saya bisa menjangkau segmen market yang jauh lebih luas. Semua customer yang terhubung dengan internet bisa berpotensi menjadi target market saya. Selain itu dengan online, berarti toko saya bisa buka nonstop 24 jam dengan mengandalkan salesman handal saya yang bernama Google 🙂

Pelan tapi pasti, bisnis souvenir pernikahan ini kami jalani. Masa-masa berat di awal berdirinya usaha ini kami lewati bersama. Berbagai hambatan, tantangan, penolakan, seakan menjadi makanan sehari-hari yang akhirnya membuat saya dan suami menjadi kuat dan kebal, serta akhirnya bisa belajar banyak bagaimana cara menghandle customer.

Namun mimpi saya tidak hanya berhenti disini saja. Saya ingin bermimpi lebih tinggi lagi, biar bisa bermanfaat untuk banyak orang.

Bagaimana dengan Anda?

Salam Souvenir,

Syania A. Syamsudin

http://www.tasya-souvenir.com

 

Iklan

Bagaimana Berpikir Seperti Pengusaha

Banyak orang yang berkeinginan menjadi pengusaha dan menghabiskan waktu mencari peluang yang tepat. Namun, saat peluang tersebut datang, terlalu banyak orang yang memiliki pemikiran yang salah ketika memutuskan untuk bergerak maju atau tidak. Ada satu perbedaan penting dalam pemikiran pengusaha sukses.

Anda perlu melangkah keluar dan menempatkan diri anda disana, berbicara dengan pengusaha lain tentang peluang apa saja yang ada, anda lakukan apa yang seharusnya anda lakukan dan menemukan peluang yang anda yakini dapat membawa anda ke tempat yang diinginkan. Anda menemukan apa saja yang diperlukan untuk memulainya, termasuk biaya, langkah selanjutnya adalah, memiliki segala sesuatunya didepan anda dan bersiap melakukan lompatan.

“Bagaimana Jika” Pikiran Bukan Pengusaha

Kemudian sesuatu terjadi. Pikiran anda menggembara dan kian tidak terarah, dan anda mengalami kasus “bagaimana jika”, dan berakhir dengan kembali ke kehidupan aman anda. Krisis dapat dicegah. Apa yang sebenarnya anda pikirkan?

Saya katakan apa yang ada di pikiran anda – “Tidak ada jalan dengan waktu dan sumber yang saya miliki untuk melakukannya.” Ini adalah tipe pemikiran yang membuat orang terjebak dalam kehidupannya. Baca lebih lanjut